Penjelasan Subnetting dan Subnet Mask

  • IntialBoard
  • Mar 01, 2023
subnetting adalah

Apa Itu Subnetting

Subnetting adalah teknik untuk membagi sebuah jaringan IP menjadi beberapa sub-jaringan yang lebih kecil. Tujuan subnetting adalah untuk memungkinkan penggunaan alamat IP secara lebih efisien dan mengelola lalu lintas jaringan dengan lebih baik.

Subnetting juga memungkinkan penggunaan alamat IP yang lebih efisien. Dalam sebuah jaringan IP, setiap host membutuhkan alamat IP yang unik. Namun, dengan subnetting, hanya satu alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap sub-jaringan.

Hal ini memungkinkan penggunaan alamat IP secara lebih efisien dan menghindari terjadinya pemborosan alamat IP.

Dalam subnetting, sebuah jaringan IP dipecah menjadi beberapa sub-jaringan dengan menggunakan subnet mask.

fungsi dari subnetting adalah proses membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil yang disebut segmen jaringan atau subnetwork/subnet.

Subnet adalah bagian dari suatu jaringan. Sebagai contoh, Jaringan A memiliki blok IP 172.16.0.0/16. Itu artinya, jaringan tersebut memiliki rentang IP address yang begitu besar, yakni dari 172.16.0.0 hingga 172.16.255.255 atau sekitar 65.536 IP address.

Nah, alih-alih memiliki satu jaringan yang besar, kita bisa membuat bagian yang lebih kecil (subnet) dari jaringan tersebut, misal 172.16.1.0/24. Jadi, subnet 172.16.1.0/24 merupakan bagian dari Jaringan A 172.16.0.0/16. Itulah mengapa disebut subnet.

Mari kita ambil contoh.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki jaringan (bernama Jaringan A) dengan blok IP 172.16.0.0/16. Perusahaan merasa ukuran jaringan tersebut terlalu besar untuk bisnisnya.

Bayangkan saja, jaringan tersebut mampu menampung 65.536 IP address.

Padahal, mereka tidak membutuhkan IP address sebanyak itu. Mereka ingin melakukan efisiensi dengan membagi jaringan menjadi bagian-bagian kecil yang merepresentasikan 4 departemen: Departemen A, B, C, dan D.

 

Bagaimanakah solusinya ? Simak diagram jaringan di bawah ini.

ilustrasi kasus diagram jaringan

Diagram di atas adalah arsitektur dari Jaringan A, di dalamnya berisi 4 router yang merepresentasikan departemen yang berbeda. Di belakang setiap router, terdapat perangkat switch dengan beberapa host. Ini bisa dilakukan berkat peran subnetting.

Dengan demikian, alih-alih memiliki satu jaringan yang besar, perusahaan bisa memiliki 4 subnet untuk setiap departemen. Misalnya, untuk Departemen B yang memiliki blok IP 172.16.2.0/24, ia hanya memiliki total 256 IP address saja. Jauh lebih efisien, bukan?

Catatan: Sebenarnya bisa lebih efisien lagi dengan menggunakan angka CIDR notation yang lebih besar seperti /28 atau /29, tetapi untuk saat ini cukup itu saja.

 

Seperti inilah gambar per subnet (departemen) jika dilihat lebih dekat:

ilustrasi gambar per subnet

Semoga sekarang Anda sudah memahami konsep subnetting. Namun, jangan senang dulu, itu baru permukaannya saja. Selanjutnya, kita akan fokus ke subnet mask, yang mana materinya akan lebih dalam.

 

Apa Itu Subnet Mask

Subnet mask adalah angka biner yang digunakan untuk menentukan jumlah bit yang digunakan untuk mengidentifikasi sub-jaringan dan host pada jaringan. Dengan menggunakan subnet mask, setiap sub-jaringan diberi identitas yang unik sehingga lalu lintas dapat dikelola dengan lebih baik.

Sejauh ini, kita telah mempelajari tentang network ID (untuk mengidentifikasi network atau jaringan) dan host ID (untuk mengidentifikasi perangkat tertentu di jaringan).

Namun, sebagian dari Anda mungkin masih bingung dan bertanya-tanya, “Bagaimana cara untuk mengetahui bagian mana yang merupakan network ID dan mana yang host ID?” Untuk itulah kita perlu mengenal subnet mask.

Subnet mask adalah angka yang menyerupai IP address, tetapi dengan fungsi yang berbeda. Subnet mask menjelaskan berapa banyak bit dalam IP address yang digunakan untuk network ID dengan menutupi bagian network ID itu sendiri.

Contoh, IP address 192.168.1.0 dengan subnet mask 255.255.255.0 menerangkan bahwa network ID pada IP address tersebut adalah 192.168.1.x. Oh ya, tahukah Anda? Di dunia komputer dan jaringan, IP address dan subnet mask dalam format desimal seperti ini sesungguhnya tidak ada artinya, lo. Pasalnya, komputer dan jaringan hanya memahami angka dalam format bilangan biner, yaitu 1 dan 0. Ini disebut juga sebagai bit.

Jadi, untuk mengerti bagaimana komputer bekerja, kita harus familier dengan bilangan biner. Seperti inilah IP address dan subnet mask pada contoh kita jika dituliskan dalam biner.

contoh IP address dan subnet mask jika dituliskan dalam biner

Mungkin sekarang muncul pertanyaan di benak Anda, “Bagaimana cara mengetahui bilangan biner dari IP address dan subnet mask?” Untuk menjawabnya, mari kita pahami sekali lagi bahwa IP address dan subnet mask itu terdiri dari 32 bit, dibagi ke dalam 4 oktet, dan masing-masing oktet terdiri dari 8 bit. Di setiap oktetnya, kita bisa tetapkan angka desimal dari 0–255 (256 nilai).

Sekarang, mari kita lihat 8 Bit Octet Chart (bagan oktet 8 bit) yang mewakili 1 oktet, seperti di bawah ini:

8 Bit Octet Chart

Setiap bit pada skema tersebut merepresentasikan nilai numerik. Mulai dari kanan, bit pertama memiliki nilai 1 dan kemudian angkanya berlipat ganda di setiap bit-nya (ke arah kiri): 1, 2, 4, 8, dan seterusnya hingga 128.

Skema di atas bisa dijadikan acuan dalam mengonversi angka desimal pada IP address dan subnet mask ke dalam bilangan biner. Caranya, taruh angka 1 atau 0 pada setiap bit.

  • Jika kita taruh “1”, angka yang tertera pada skema akan dihitung.
  • Jika kita taruh “0”, angka yang tertera pada skema tidak dihitung.
  • Jadi, dengan memanipulasi 1 dan 0 dalam skema oktet 8 bit, kita bisa menghasilkan angka desimal 0–255.

Bingung ? Oke, kita ambil contoh IP address 192.168.1.0. Oktet pertama dari IP address ini adalah 192. Nah, bagaimana cara mendapatkan angka biner dari 192?

Pertama, kita perlu mengacu pada skema oktet 8 bit, lalu menempatkan “1” di bawah angka yang akan menambahkan nilai total menjadi 192.

ilustrasi IP di 8 bit octect chart

Untuk mencapai nilai total 192, kita tempatkan “1” di slot 128 dan 64. Setelah dihitung, ternyata 128 + 64 adalah 192. Kemudian, karena nilai total telah tercapai, kita taruh “0” di semua bit sisanya. Jadi, angka biner dari 192 adalah 11000000.

Mari lanjutkan ke oktet berikutnya, yaitu 168.

ilustrasi 8 bit octet chart di IP 168

Untuk mencapai nilai total 168, kita letakkan “1” di bawah angka 128, 32, dan 8; sisanya tinggalkan “0”. Jika angka 128, 32, dan 8 dijumlahkan, hasilnya adalah 168. Itu artinya, nilai total sudah tercapai. Jadi, angka biner dari 168 adalah 10101000.

Lanjut ke oktet berikutnya adalah 1.

ilustrasi 8 bit octet chart di IP 1

Sederhana, untuk mencapai nilai 1, kita hanya perlu menempatkan “1” di slot 1. Dengan begitu, nilai total sudah tercapai. Jadi, angka biner dari 1 adalah 00000001.

 

Oktet terakhir adalah 0.

ilustrasi 8 bit octet chard di IP 0

 

Kita hanya perlu menaruh “0” di semua slot agar nilai total menjadi 0. Jadi, angka biner dari 0 adalah 00000000. Simpel!

 

Dengan demikian, bilangan biner dari 192.168.1.0 adalah sebagai berikut:

ilustrasi biner pada IP Adress

 

 

Proses konversi biner untuk subnet mask juga bisa dilakukan dengan cara ini.

ilustrasi 8 bit octet char di netmask

Melalui acuan 8 Bit Octet Chart, hasil yang didapatkan dari subnet mask 255.255.255.0 ialah 11111111.11111111.11111111.0. Karena jika kita jumlahkan keseluruhan angka pada slot, hasil dari 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 adalah 255.

Oke, kini kita telah mendapatkan angka biner dari IP address dan subnet mask. Selanjutnya, jika ingin mengetahui network ID dari IP address melalui bilangan biner, Anda bisa sejajarkan bilangan biner IP address dan subnet mask secara horizontal, lalu coret semua digit IP address yang sejajar dengan angka 1 di subnet mask.

IP address melalui bilangan bine

Dengan begitu, hal ini akan mengungkapkan bahwa 3 oktet pertama dari IP address tersebut merupakan network ID; sisanya adalah host ID. Kesimpulannya, angka 1 pada subnet mask menunjukkan network ID atau network address dan angka 0 menunjukkan host ID atau host address.

Terakhir, subnet mask dapat ditulis menggunakan cara yang lebih pendek yang disebut CIDR notation (sudah kita pelajari). Ini dilakukan dengan menulis garis miring (slash) diikuti total bilangan biner “1” yang ada di subnet mask. Misalnya, pada contoh IP address dan subnet mask sebelumnya (192.168.1.0 dan 255.255.255.0), kita bisa tuliskan secara lebih singkat sebagai 192.168.1.0/24.

Sekarang Anda sudah paham, kan? Tak perlu sungkan bila Anda ingin membaca ulang materi ini berkali-kali. Mungkin, tebersit juga di benak Anda bahwa materi kali ini tampak rumit dan bertele-tele. Namun, percayalah, jika sudah memahami konsep ini dengan baik, niscaya Anda bisa menyelesaikan persoalan subnetting dengan cepat.

Lanjutkan Ke :  Penjelasan Domain Name System

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *