Review Tritium Allwinner H5 1GHz

promo bundling tutorial mikrotik squid proxy dan tutorial diskless server

Tritium adalah SBC buatan Libre computer asal China,  Review Tritium Allwinner H5 kali yang merupakan SBC pertama kali rilis ke publik pada bulan November tahun 2017 tepatnya di campaign Kickstarter.

Pada campaign tersebut Tritium mengenalkan beberapa varian unggulannya yaitu Allwinner quad-core kecepatan 1 GHz dengan beberapa pilihan kapasitas RAM berbeda yaitu Allwinner H2 RAM 512 MB, Allwinner H3 Ram 1 GB serta yang terakhir Allwinner H5 RAM 2 GB.

Kali ini akan dibahas lebih lanjut tentang varian dengan RAM terbesar yaitu Allwinner H5 1 GHz. SBC yang dipasarkan dengan harga 29 USD.

tritium allwinner h5 1ghz schematic
tritium allwinner h5 1ghz schematic

download schematic Tritium Allwinner H5 1GHz

https://drive.google.com/file/d/1fCRgnLfVicQmUVPc9LFL5_Xfwqh0ZEJY/view

Spesifikasi Tritium Allwinner H5

  • SoC Allwinner H5
  • 2 GB DDR3 1333
  • CPU AARMv8 Cortex A53 1 GHz
  • GPU ARM Mali-450
  • HDMI 1.4
  • A/V 3.5 mm TRRS Jack
  • Playback H.265 4K 30 fps serta H.264 1080 60 fps
  • eMMC 4x
  • Slot kartu micro SD
  • 4x USB 2.0 1x 100Mb ethernet, tanpa WiFi dan bluetooth
  • 40 GPIO ) I2C, SPI, 12S. PWM, Digital I/O
  • Microphone on-board
  • Camera interface
  • Tombol shutdown
  • U-boot button

Nah, sekarang saatnya dibahas lebih detail dari perangkat ini dari beberapa aspek berikut ini:

Fisik Dari Tritium Allwinner h5 1ghz

review tritium allwinner h5 1ghz

Pertama akan dilihat lebih dekat dari aspek fisiknya. Jadi, model Tritium Allwinner H5 1 GHz ini mengikuti model dari Raspberry Pi 33 form factor. Komponen yang bentuknya mengikuti Raspberry Pi 3 ini diantaranya dari port HDMI, micro USB power input, ethernet, slot kartu micro SD, 4x USB 2.0 hingga 40x GPIO pin.

Tak hanya Tritium, banyak pabrikan lain juga mengadopsi model form factor dari board Raspberry Pi 3 ini sehingga bentuknya akan terlihat familiar bagi Anda yang sudah pernah melihat model Raspberry ini. Dari segi ketebalan PCB, milik Tritium ini termasuk tipis namun dengan penataan komponen board yang cukup rapih.

Di bagian atas boad terdapat Soc dan di bagian bawahnya terdapat ship RAM serta slot kartu micro SD.

Konektivitas yang dimiliki Tritium Allwinner h5 1ghz

Berlaih ke konektivitas sayangnya semua varian dari Tritium ini tidak dibekali dengan konektivitas wireless on-board. Anda harus menambahkan perangkat tambahan berupa dongle.

Sistem Operasi yang didukung Tritium Allwinner h5 1ghz

Sistem operasi yang kompatibel dengan Tritium ini adalah Armbian 9 (ubuntu 16.04), Android Nougat, LibreELEC (Kodi), Lakka (RetroArch) dan Ubuntu Server.

Suhu Pada CPU Allwinner h5 1ghz

Suhu CPU Tritium ini tergolong cukup tinggi pada awal pengoperasiannya yaitu sekitar 70 derajat celcius dan bisa naik menjadi 85 derajat celcius ketika digunakan untuk memutar video 4K. Suhu CPU bisa diturunkan sampai dengan 64 derajat celcius dengan cara memasang passive heatsink pada bagian SoC chip.

Video Playback Allwinner h5 1ghz

Perangkat ini sayangnya belum bisa memainkan video 4K dengan kualitas gambar yang mulus dan belum pula bisa dimainkan pada layar full-screen untuk video-video dari Youtube.

I/O Allwinner h5 1ghz

GPIO header yang dimiliki oleh Tritium ini kelasnya sudah setara dengan Raspberry Pi namun baru bisa diakses melalui linux command untuk sekarang ini.

Forum atau Komunitas

Mengingat perangkat ini masih cukup baru maka community support untuk Tritium ini belum ada secara resmi. Oleh karena itu mungkin Anda masih akan kesulitan mendapat info dari pengguna lainnya.

Pihak Tritium menyatakan bahwa versi yang baru saja dikeluarkan ini merupakan produk yagn dibuat dengan tujuan untuk membidik pasar sehingga masalah profit belum terlalu jadi perhatian utama. Anda yang sudah membaca ulasan ini dan merasa tertarik untuk memiliki bisa langsung mencari di kota Anda. Hasil dari pengujian benchmark serta ulasan di atas sedikit banyak bisa memberikan gambaran kasar mengenai produk yang akan Anda dapatkan.

 

promo bundling tutorial mikrotik squid proxy dan tutorial diskless server

Submit Your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *