CALMS Framework : Measurement

  • IntialBoard
  • Jan 11, 2023
calms framework measurement

Dalam menerapkan DevOps, perusahaan mesti mengabdikan diri mereka untuk benar-benar mengumpulkan data tentang apa pun, mulai dari alur kerja, proses deployment, pengguna, hingga infrastruktur. Ini diperlukan guna memahami kemampuan perusahaan saat ini dan mengidentifikasi di bagian mana perbaikan dapat diterapkan.

ilustrasi calms framework measurement

Sulit untuk membuktikan apakah upaya perbaikan yang kita lakukan selama ini berimplikasi dalam peningkatan suatu hal atau tidak. Untungnya, ada banyak tools dan teknologi untuk mengukur kinerja, seperti berapa banyak waktu yang dihabiskan pengguna dengan produk kita, apakah postingan blog yang dibuat menghasilkan penjualan, atau seberapa sering peringatan penting muncul di sistem log infrastruktur.

Meski bisa mengukur segala hal, tidak berarti kita harus mengukur semuanya. Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan untuk mengukur kinerja atau proses Anda selama ini.

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari tahap penulisan kode hingga deployment?
  • Seberapa sering bug atau galat muncul?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih (recover) dari kegagalan sistem (system failure)?
  • Berapa banyak orang yang menggunakan produk Anda saat ini?
  • Berapa banyak pengguna yang Anda peroleh atau justru hilang di minggu ini?
  • Semua data-data ini akan menarik karena kelak membantu perusahaan Anda untuk membuat keputusan. Salah satunya, Anda bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk merilis fitur baru atau melakukan rollback (kembali ke versi aplikasi sebelumnya).

Dalam menerapkan DevOps, perusahaan mesti mengabdikan diri mereka untuk benar-benar mengumpulkan data tentang apa pun, mulai dari alur kerja, proses deployment, pengguna, hingga infrastruktur. Ini diperlukan guna memahami kemampuan perusahaan saat ini dan mengidentifikasi di bagian mana perbaikan dapat diterapkan.

Tentu semua hal itu bisa dicapai dengan proses yang panjang, terus belajar, dan bereksperimen tanpa henti. Inovasi, pembelajaran, dan mentoring harus dilibatkan ke dalam proses transformasi DevOps.

Lanjutkan Ke :  The Third Way: Prinsip terkait Proses Belajar dan Eksperimen yang Berkelanjutan

Anda pun harus mafhum (paham), persisten berinovasi akan melahirkan kegagalan sewaktu-waktu. Akan tetapi, tim harus menerima kegagalan dengan lapang dada dan melihat kegagalan sebagai kesempatan belajar.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *