Memahami Apa Itu Load Balance

untuk anda yang terbiasa berkutat di jaringan komputer pastinya tidak asing dengan istilah Load Balanceatau malah sudah mempratekkan bagaimana cara melakukan load balancer pada router router di jaringan anda sendiri.

nah, bagi kawan kawan calon network enginer profesional, harap perhatikan dengan seksama apa yang akan dibahas di bawah ini.

dulu, saya dan beberapa orang pun sampai saat ini, yang mulai belajar mikrotik, ketika mendengar tentang load balancing atau mikrotik load balancing, itu bertujuan agar jaringanya “bertambah cepat”. PADAHAL ITU SALAH BESAR.

Kasusnya seperti ini;

KANTOR A memiliki 2 line internet, 1 dari indihome sebesar 20Mb, dan 1nya lagi dari Biznet 50Mb. sedangkan anda sebagai IT Support pastilah berfikir bagaimana menggabungkan 2 line tadi menjadi 1, jadi jika di total akan memiliki Bandwith 70Mb.

biasanya akan ketemu di tutorial Load Balancing, yang mana itu adalah pemahaman yang salah.

Tujuan utama melalukan Load Balancing yaitu untuk membagi beban. beban akan di bagi rata sesuai dengan algoritma load balancing yang berjalan.

metode load balancing berkebalikan dari Failover,

jika di load balancing, ke 2 jaringan akan sama sama digunakan pada saat digunakan, dan beban trafik akan dibagi. sedangkan di Failover, hanya akan pindah ke jaringan ke 2, bilamana pada jaringan ke 1 terdapat masalah di koneksinya.

Seting Load Balancer di Server

dulu, tahun 2014-an, tidak banyak orang yang tau, jika load balance juga bisa diaplikasikan pada server, salah satu tools atau software load balancer yang pernah saya pakai adalah HAProxy. tools ini load balancer gratis, kaya akan fitur, dan ada banyak tipe pilihan algoritma load balancing, yaitu algoritma Round Robin, algoritma Ratio, algoritma Faster, dan algoritma Least Connection.

apa itu load balance

konsep load balance

Karna industri IT yang semakin besar, kini Load Balancer  memiliki 3 macam, Berupa Serice, Berupa Device, dan Berupa Software.

Lanjutkan Ke :  Mengaktifkan Proteksi RouterBOOT Mikrotik

Software Load Balancer

  • HAProxy Load Balancer
  • NGINX Load Balancer
  • VMWare Load Balancing
  • NetScaler load balancing
  • Citrix load balancing

Hardware Load Balancer

  • Load Traffic Manager / f5 Load Balancing
  • Mikrotik Load Balancing
  • Cisco ACE Load balancing
  • TPLink Load Balance
  • Barracuda load balancer

Service Load Balancing

  • Docker load balancing
  • Elastic Load Balancing
  • Alibaba Cloud Load Balancing
  • windows load balancing
  • AWS Load balancer
  • Azure Load Balancer
  • kubernetes load balancer

dari ke 3 tipe load balancing yang ada, tipe Serice Load Balancing itu merupakan fitur yang biasanya akan anda dapatkan bila berlangganan server, virtual private server, dan cloud service.

pada saat ini produk Load Balancer pada layanan komputasi awan yang sedang tren di gunakan ialah service server load balancer milik Alibaba Cloud dan Elastic Load Balancing milik Amazon Web Services.

kita lanjutkan pembahasanya ke yang sedikit lebih dalam ya, 😛

Prokol Load Balancer

pembahasan apa itu load balance seharusnya sudah sedikit dapat anda pahami dari tulisan diatas,

disini kita akan menyinggung dengan hal dasar dari jaringan komputer, yaitu Layer OSI. load balancing mendukung 2 tipe layer osi,  yaitu di Layer 4 dan di Layer 7. karna disini kita fokus membahas apa itu load balance, pembahasan untuk teman teman yang masih awam dengan 7 Layer OSI, silahkan googling dulu ya.

Pada Load Balancer Layer 4, mendukung protokol yang bergerak di lapisan transport pada model layer OSI yaitu TCP dan UDP.

Sedangkan pada Load Balancer Layer 7, melayani protokol yang bergerak di lapisan Application, Session, dan Presentation seperti HTTP & HTTPS. mantap ya..

Kelebihan Load Balancer dan Kekurangan Load Balancer

dari pembahasan diatas, tentunya sudah otomatis membahas mengenai kelebihan load balancer. lalu apakah implementasi load balancer ada kekuranganya,

Lanjutkan Ke :  Apa itu Lo-Ra (Long Range)

sudut pandang kelebihan dan kekurangan dari load balancing ini dinilai lebih ke fungsionalitasnya, karna pastinya anda berfikir, “kenapa tidak sewa spesifikasi server yang gede aja sekalian bukan, toh yang penting konsumen tetap dapa terlayani dengan baik”.

itu bukan pernyataan yang salah sih, tapi bukankah dengan memiliki banyak server, beban kerja yang terbagi dengan baik, akan menghasilkan kecepatan kerja dan hasil yang baik pula.

kekurangan lain, menurut saya sendiri ketika implementasi load balancing yaitu sebaiknya menggunakan Resource yang Seragam, Meskipun tidak menjadi sebuah keharusan, tetapi dengan memiliki resource yang sama yang ada di bawah server load balancer akan memudahkan kita memanagenya dengan cloning server. yang diartikan resource yang seragam disini bisa berupa sistem operasi yang sama, atau versi aplikasi, atau struktur direktori, atau konfigurasi server, atau plugin dan module yang terinstal, dan lain sebagainya.

kebalikan dari dari spesifikasi server, Satu server boleh menggunakan  spesifikasi yang rendah meskipun yang lainnya lebih high performance, Tidak peduli merk, model bahkan tipe hardware, asalkan aplikasi dapat berjalan dan berperilaku sama di semua server atau node.

Keberagaman spesifikasi server ini dapat di antisipasi dengan metode weighting di settingan load balancer. Agar server dengan spesifikasi lebih tinggi akan mendapatkan rasio beban yang lebih besar ketimbang server lainnya yang lebih rendah spesifikasinya.

segitu dulu dari saya, semoga pembahasan apa itu itu load balance dapat anda pahami dengan baik. terimakasih sudah membaca.

Leave a Reply